BALIKPAPAN, Berandakaltim.com – Usulan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) pembangunan Rumah Sakit (RS) Balikpapan Barat mendapat dukungan dari Wakil Ketua III DPRD Kota Balikpapan, Budiono.
Pansus tersebut diusulkan untuk mengusut penyebab terlantarnya atau mandeknya proyek pembangunan RS yang dikenal dengan nama RSUD Sayang Ibu tersebut.
Budiono menyatakan persetujuannya atas pembentukan Pansus guna mengetahui secara jelas apakah terdapat permasalahan dalam proyek pembangunan rumah sakit itu. Pasalnya, meski anggaran sebesar 20 persen dari total Rp106 miliar yang bersumber dari APBD 2024 telah dibayarkan kepada kontraktor pelaksana, progres pembangunan hingga akhir 2025 baru mencapai sekitar 20 persen.
“Saya sangat setuju jika pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu yang belum selesai itu dibentuk Pansus. Pansus ini penting untuk menjalankan fungsi pengawasan, legislasi, dan anggaran DPRD, salah satunya untuk mengetahui apakah proyek pembangunan rumah sakit tersebut bermasalah atau tidak,” ujar Budiono, Selasa (20/1/2026).

Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, Pansus biasanya dibentuk ketika terdapat isu penting, strategis, atau persoalan krusial yang memerlukan pendalaman khusus di luar tugas komisi-komisi DPRD.
“Paling tidak untuk menginvestigasi dan mengawasi proyek pembangunan rumah sakit tersebut, terutama jika terjadi keterlambatan, adanya temuan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), atau indikasi penyimpangan lainnya,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui, proyek pembangunan RS Balikpapan Barat yang terhenti diduga disebabkan oleh ketidakprofesionalan kontraktor pelaksana.
Kondisi ini menuai sorotan dari DPRD Kota Balikpapan. Sejumlah legislator pun meminta Pemerintah Kota Balikpapan segera membentuk Pansus serta menunda lelang ulang proyek tersebut hingga dilakukan audit secara menyeluruh. (*/ra/al)