Dugaan Pelecehan Seksual Guncang Internal KONI Balikpapan, Pengurus Terpecah

BALIKPAPAN – Berandakaltim.com – Isu dugaan pelecehan seksual yang melibatkan salah satu pengurus inti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Balikpapan tengah menjadi sorotan publik. Kasus ini diduga menimpa seorang staf perempuan yang sedang menjalani masa magang di organisasi tersebut.

Informasi mengenai dugaan tersebut mulai mencuat sekitar sepekan terakhir dan ramai diperbincangkan, baik di kalangan internal pengurus KONI maupun di media sosial. Sejumlah pihak menyayangkan munculnya dugaan tindakan tidak pantas tersebut, terlebih karena korban disebut mengalami tekanan psikologis.

“Iya, saya dengar dari teman-teman kalau salah satu pengurus inti KONI Kota Balikpapan diduga melakukan pelecehan terhadap seorang staf wanita yang sedang magang,” ujar Iwan, warga Telagasari, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, dugaan tersebut awalnya dianggap sebagai candaan oleh pihak tertentu. Namun, hal itu justru dinilai dapat memperburuk kondisi korban. Informasi yang beredar menyebutkan korban mengalami trauma dan merasa takut untuk bertemu dengan orang lain, bahkan enggan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

“Sangat disayangkan jika hal seperti ini dianggap candaan. Informasinya korban mengalami trauma dan takut melapor ke polisi,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu pengurus KONI Balikpapan yang enggan disebutkan namanya mengaku telah mendengar kabar tersebut sejak beberapa hari terakhir. Ia menyebutkan bahwa isu ini tengah menjadi pembahasan hangat di grup komunikasi internal pengurus.

“Informasi ini sudah beredar sekitar sepekan dan ramai dibicarakan di grup WhatsApp pengurus. Namun, kebenarannya masih perlu pendalaman dan konfirmasi lebih lanjut,” ujarnya.

Kondisi internal KONI Balikpapan disebut memanas akibat kasus ini. Sejumlah pengurus mengecam keras dugaan tindakan tersebut, sementara sebagian lainnya dinilai cenderung memberikan perlindungan terhadap terduga pelaku. Situasi ini menyebabkan perpecahan di tubuh organisasi dan memperkeruh dinamika kepengurusan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak KONI Kota Balikpapan terkait dugaan tersebut. Kasus ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti secara transparan guna memberikan kejelasan serta perlindungan bagi semua pihak yang terlibat. (*/fa/ra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *