209 Dokter Spesialis Layani Warga Balikpapan, 1.200 Pendaftar Antre Akses Kesehatan Gratis

BALIKPAPAN, Berandakaltim.com – Sebanyak 209 dokter spesialis dikerahkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat pada puncak peringatan Hari Dokter Indonesia ke-76 yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Balikpapan di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) atau Dome Balikpapan, Jalan Ruhui Rahayu I, Balikpapan Selatan, Minggu (25/10/2026).

Sementara itu, jumlah warga yang mendaftar melalui tautan pendaftaran khusus tercatat lebih dari 1.200 orang. Tingginya jumlah pendaftar membuat panitia menutup pendaftaran agar pelayanan dapat berjalan optimal.

Besarnya antusiasme tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat, terutama untuk berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis tanpa harus menghadapi prosedur rujukan dan antrean panjang di rumah sakit.

Ketua IDI Cabang Kota Balikpapan periode 2025–2028, dr. Andi Sri Juliarty, M.Kes, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan sebagian besar dokter spesialis yang tergabung dalam organisasi profesi itu.

“Alhamdulillah, di Balikpapan, berdasarkan data kami, tercatat ada 380 dokter spesialis. Untuk kegiatan pengabdian masyarakat hari ini di Dome, 209 dari 380 dokter spesialis hadir memberikan pelayanan kesehatan gratis, sedangkan sisanya masih bekerja di rumah sakit,” ujarnya.

Kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar di Balikpapan tersebut bertujuan mendekatkan masyarakat dengan dokter spesialis. Selama ini, warga dinilai dapat menghadapi sejumlah kendala ketika hendak berkonsultasi, mulai dari antrean panjang, persyaratan rujukan, hingga keterbatasan kuota pelayanan di rumah sakit.

Dalam kegiatan tersebut, para dokter spesialis ditempatkan di 29 stan untuk melayani masyarakat berdasarkan keluhan kesehatan masing-masing.

“Kalau hari ini gratis, silakan bertemu langsung dengan dokter-dokter spesialis sesuai keluhannya masing-masing,” kata Andi Sri Juliarty, yang akrab disapa dr. Dio.

Namun, karena kapasitas pelayanan terbatas, pendaftaran akhirnya ditutup setelah jumlah pendaftar mencapai lebih dari 1.200 orang. Menurut dr. Dio, pembatasan tersebut dilakukan agar masyarakat yang sudah terdaftar tetap memperoleh pelayanan dengan baik.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian profesi dokter sekaligus upaya membantu pemerintah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan.

Menurutnya, masyarakat perlu didorong agar tidak hanya bersedia memeriksakan diri ketika mengalami keluhan, tetapi juga rutin menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter dan melakukan langkah-langkah pencegahan penyakit.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud menyerahkan penghargaan kepada sejumlah dokter yang telah peduli dan mengabdikan diri untuk masyarakat.

“Masyarakat yang sehat akan lebih mampu bekerja secara produktif, sehingga turut mendukung aktivitas ekonomi daerah,” tukasnya.

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengapresiasi IDI dan seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan sosial tersebut. Ia menilai pelayanan kesehatan gratis dapat membantu masyarakat mengenali gejala penyakit sejak dini, khususnya warga yang masih enggan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

“Ya, artinya kita mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus Ikatan Dokter Indonesia di Kota Balikpapan yang diketuai oleh dr. Dio. Tentunya, kegiatan ini banyak sekali manfaatnya, di antaranya memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada warga kita. Ada sekitar 1.200 orang,” kata Rahmad.

Menurutnya, sebagian masyarakat masih merasa malu, takut, atau segan untuk memeriksakan kesehatan ke rumah sakit. Kekhawatiran terhadap biaya serta keharusan memperoleh rujukan juga dapat menjadi penghalang untuk mendapatkan pelayanan medis.

“Kalau langsung periksa ke rumah sakit, mungkin ada yang merasa malu, takut, atau segan. Mereka juga berpikir biayanya mahal dan harus mengambil rujukan. Nah, kalau di sini, mereka bisa mendeteksi kondisi kesehatannya,” ungkapnya.

Rahmad berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin sehingga masyarakat semakin terbiasa melakukan pemeriksaan kesehatan dan tidak menunggu hingga penyakit berkembang menjadi lebih serius.

Ia juga mengingatkan warga agar menerapkan pola hidup sehat, termasuk menjaga pola makan dan menghindari kebiasaan begadang.

“Mari kita biasakan hidup sehat. Makanan boleh dimakan, yang penting tidak berlebihan. Kesehatan kita harus dimulai dari diri sendiri,” pesannya.

Puncak peringatan Hari Dokter Indonesia ke-76 tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Bagus Susetyo, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kota Balikpapan Agus Budi Prasetyo, sejumlah pejabat Pemerintah Kota Balikpapan, serta pengurus IDI Cabang Kota Balikpapan, yang ditandai dengan pemotongan tumpeng serta penyerahan penghargaan. (*/fa/ra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *