Grand City Samarinda Dibangun di Lahan 70 Hektare, Harga Mulai Rp900 Juta

BALIKPAPAN, Berandakaltim.com – Sinar Mas Land memperluas pengembangan kota mandiri di Indonesia dengan meluncurkan Grand City Samarinda, township pertama yang dikembangkan perusahaan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Proyek ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memenuhi kebutuhan hunian berkualitas sekaligus menangkap peluang pertumbuhan ekonomi di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pengembangan Grand City Samarinda dilakukan di atas lahan seluas lebih dari 70 hektare dengan mengusung konsep “Harmony of Nature and Luxury Living”. Kawasan tersebut dirancang sebagai township terpadu yang menggabungkan fungsi hunian, komersial, rekreasi, dan investasi dalam satu ekosistem.

CEO East Indonesia Sinar Mas Land, Franky Najoan mengatakan, Samarinda memiliki prospek pertumbuhan yang sangat menjanjikan. Pertumbuhan ekonomi, meningkatnya mobilitas penduduk, serta kebutuhan hunian bagi kalangan profesional dan keluarga muda menjadi alasan perusahaan memilih kota tersebut sebagai lokasi pengembangan township baru.

“Melalui Grand City Samarinda, kami ingin menghadirkan kawasan hunian terpadu di pusat ekonomi Kalimantan Timur yang tidak hanya nyaman untuk ditinggali, tetapi juga memberikan nilai investasi jangka panjang,” ujar Franky, Kamis (23/7/2026).

“Sebagai tahap awal, Sinar Mas Land memperkenalkan Klaster Seine yang akan dibangun lebih dari 300 unit rumah dengan harga mulai Rp900 jutaan hingga Rp3 miliar,” imbuhnya.

Klaster tersebut menawarkan rumah dua lantai bergaya classic modern dengan luas tanah mulai 72 meter persegi hingga 180 meter persegi, serta luas bangunan 51 meter persegi hingga 138 meter persegi. Pilihan hunian tersedia mulai dari dua kamar tidur hingga empat kamar tidur utama ditambah satu kamar asisten rumah tangga.

Menurut Franky, desain Klaster Seine terinspirasi dari kawasan Sungai Seine di Prancis yang identik dengan keindahan alam dan kualitas hidup. Konsep tersebut diwujudkan melalui bukaan jendela berukuran besar untuk memaksimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara sehingga menciptakan ruang yang lebih nyaman.

Salah satu keunggulan Grand City Samarinda adalah keberadaan tiga danau alami di dalam kawasan. Selain berfungsi sebagai area resapan air, danau tersebut juga menjadi ruang terbuka untuk aktivitas rekreasi penghuni.

Kawasan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti central lake dengan jogging track, gazebo, mini amphitheater, clubhouse, kolam renang, pusat kebugaran, lapangan tenis, serta sistem keamanan selama 24 jam.

Dari sisi aksesibilitas, Grand City Samarinda berada di koridor strategis yang menghubungkan Jalan Bung Tomo dan Jalan KH Harun Nafsi. Kawasan ini didukung boulevard utama selebar 23 meter dengan enam lajur yang dirancang untuk memperlancar mobilitas penghuni sekaligus mendukung aktivitas ekonomi.

Lokasinya juga dekat dengan berbagai fasilitas publik, seperti akses jalan tol, pusat perbelanjaan Bigmall Samarinda, RS Mulya Medika, serta Politeknik Negeri Samarinda.

Franky menambahkan, kehadiran Grand City Samarinda merupakan kelanjutan dari kesuksesan pengembangan Grand City Balikpapan yang mulai dibangun sejak 2014 di atas lahan seluas 256 hektare.

Hingga kini, Grand City Balikpapan telah berkembang menjadi kawasan hunian terpadu dengan lebih dari 25 klaster dan lebih dari 6.000 unit rumah, dilengkapi area komersial, danau buatan, clubhouse, sarana pendidikan, ruang terbuka hijau, hingga Grand City Food Center.

“Pengembangan Grand City Balikpapan mendapat respons yang sangat positif dari konsumen dan menjadi salah satu proyek dengan tingkat serapan produk properti terbesar di Kalimantan Timur,” tukasnya.

“Kehadiran Grand City Samarinda semakin memperkuat komitmen kami dalam menghadirkan township terintegrasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kalimantan Timur, khususnya di kawasan penyangga IKN,” tutup Franky. (*/fa/ra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *