Bendali BDS 2 Diduga Dialihfungsikan, Ratusan Warga Protes Pengembang

BALIKPAPAN, Berandakaltim.com – Ratusan warga dari sejumlah rukun tetangga (RT) di Kelurahan Sungai Nangka dan Damai Bahagia, Balikpapan Selatan, memprotes aktivitas penimbunan bendungan pengendali banjir (Bendali) atau bozem di kawasan Perumahan Bukit Damai Sentosa (BDS) 2, Jalan ZA Maulani.

Warga menduga bendali yang selama ini berfungsi menampung limpasan air hujan akan dialihfungsikan menjadi kawasan pertokoan. Dugaan tersebut mencuat setelah dalam empat hari terakhir pengembang melakukan pengerjaan proyek dengan alasan pembangunan saluran drainase. Namun, tanah hasil galian justru ditimbunkan ke dalam area bendali sehingga memicu penolakan warga.

Masyarakat khawatir penimbunan tersebut akan mengurangi kapasitas tampung bendali dan memperparah banjir yang selama ini kerap melanda permukiman di sekitarnya.

“Selama bendali masih berfungsi normal saja, saat hujan deras puluhan rumah sudah kebanjiran. Apalagi jika bendali ditimbun, tentu risikonya akan semakin besar,” ujar Saimah, warga RT 24 Kelurahan Sungai Nangka.

Ia menegaskan warga menolak segala bentuk alih fungsi bendali karena keberadaannya dinilai sangat vital sebagai pengendali banjir.

“Kami tidak setuju jika bendali dialihfungsikan menjadi pertokoan. Kalau fungsinya hilang, rumah-rumah warga akan semakin sering dan semakin dalam terendam banjir,” tegasnya.

Merespons protes warga, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Balikpapan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menghentikan sementara aktivitas proyek dan melakukan penyegelan di lokasi.

Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Disperkim Balikpapan, Edy Saputra, mengatakan penghentian sementara dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas yang berpotensi mengubah fungsi bendali.

“Kami melakukan penyegelan agar tidak ada kegiatan di lokasi ini. Arahan kami jelas, bendali harus dikembalikan sesuai fungsinya karena keberadaannya sangat penting sebagai tampungan air untuk mencegah luapan ke permukiman warga,” kata Edy.

Sementara itu, perwakilan pengembang BDS 2, Arif, membantah adanya rencana alih fungsi bendali menjadi kawasan pertokoan. Menurutnya, pekerjaan yang dilakukan semata-mata bertujuan membangun drainase guna mengatasi genangan air di badan jalan.

“Yang kami kerjakan adalah pembuatan parit karena badan jalan sering tergenang. Tanah hasil galian sementara ditempatkan di area bendali dan nantinya akan dirapikan. Tidak ada maksud lain selain mendukung pembangunan drainase,” jelas Arif.

Hingga kini aktivitas proyek masih dihentikan sambil menunggu evaluasi dan keputusan pemerintah mengenai penanganan bendali tersebut. Warga berharap fungsi bendali tetap dipertahankan agar risiko banjir di kawasan Balikpapan Selatan tidak semakin meningkat. (*/fa/ra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *