BALIKPAPAN, Berandakaltim.com – Peresmikan program Pengelolaan Limbah Terintegrasi untuk Budidaya Pertanian Regeneratif (Pelita) berupa kegiatan urban farming sekaligus menggelar pelatihan budidaya tanaman hidroponik di RT 59, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara, dilakukan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan melalui Integrated Terminal (IT) Balikpapan, belum lama ini.
Program tanggung jawab sosial dan lingkungan ini bertujuan mendukung ketahanan pangan perkotaan melalui pemanfaatan lahan tidur serta penguatan kapasitas masyarakat, khususnya perempuan.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun mengatakan, program Pelita diharapkan dapat mendorong kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi.
“Melalui program ini, kami ingin mendukung ketahanan pangan masyarakat dengan menghadirkan akses pangan yang lebih dekat bagi warga. Budidaya hidroponik juga diharapkan menjadi peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pendapatan dan meningkatkan perekonomian keluarga,” ujar Edi, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (12/9/2026).
Program Pelita dikembangkan untuk mendorong pemanfaatan lahan perkotaan sebagai sumber produksi pangan. Melalui budidaya hidroponik, masyarakat diajak mengelola lahan yang tersedia secara produktif sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan kegiatan ekonomi keluarga.
Kegiatan ini turut dihadiri Supervisor HSSE IT Balikpapan, Jumriah, serta melibatkan Pemerintah Kelurahan Batu Ampar, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), PKK Pokja III, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Puskesmas Batu Ampar. Pelatihan diikuti Kelompok Patra Lestari sebagai kelompok binaan CSR Pertamina di RT 59 bersama masyarakat di lingkungan Kelurahan Batu Ampar.
Melalui perpaduan dukungan sarana budidaya dan peningkatan keterampilan, Program Pelita diharapkan dapat berkembang menjadi kegiatan produktif yang dikelola secara mandiri oleh kelompok masyarakat. Kolaborasi antara Pertamina, pemerintah setempat, dan warga menjadi bagian penting untuk memperluas manfaat program.
“Kami berharap fasilitas yang diberikan dapat dijaga, dimanfaatkan, dan terus dikembangkan oleh kelompok penerima manfaat agar program ini memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat sekitar,” ucap Edi.
Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Batu Ampar, Suhartini, mengapresiasi dukungan Pertamina serta partisipasi Ketua RT 59 dan warga dalam pelaksanaan program. Menurutnya, pengembangan pertanian hidroponik sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, memberdayakan masyarakat, dan meningkatkan kualitas lingkungan secara berkelanjutan.
“Kami berterima kasih kepada Pertamina serta Ketua RT 59 dan warga yang telah mendukung pelaksanaan program ini. Hidroponik menjadi solusi pemanfaatan lahan terbatas sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat. Kami berharap kegiatan ini juga dapat mendorong keterlibatan generasi muda dalam mengembangkan pertanian perkotaan,” kata Suhartini.
Untuk mendukung keberlanjutan program, peserta mendapatkan pelatihan dari Noormansyah selaku narasumber dari Asosiasi Hidroponik Balikpapan. Materi mencakup pengenalan sistem dan peralatan hidroponik, pembibitan, persemaian, pindah tanam, perawatan, serta pengendalian hama. Peserta juga mengikuti praktik agar dapat menerapkan keterampilan tersebut dalam pengelolaan tanaman sehari-hari. (*/fa/ra)