Kolaborasi, Sahabat Tani Indonesia-SDT dan SMKN 5 Balikpapan Majukan Pertanian Sekolah

BALIKPAPAN, Berandakaltim.com – Penanaman perdana bibit cabe jamu dilakukan Sahabat Tani Indonesia-SDT dengan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Balikpapan di lahan seluas satu hektar milik sekolah tersebut kawasan Jalan Sosial, Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur, Rabu (30/9/2026).

Sebanyak 150 bibit ditanam. Pengembangan cabe jamu tersebut merupakan hasil kolaborasi Sahabat Tani Indonesia-SDT dengan SMKN 5 Balikpapan dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional yang diperingati setiap 24 September.

Penanaman dilakukan secara simbolis dalam rangkaian acara Pelantikan Taruna-Taruni SMKN 5 Balikpapan Angkatan XXIX Tahun 2026. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum Sahabat Tani Indonesia-SDT Sumaria Daeng Toba, Kepala SMKN 5 Balikpapan Mukhlis, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Muchamad Awaludin, Camat Balikpapan Timur Ruddy Iskandar, serta sejumlah pihak lainnya.

Ketua Umum Sahabat Tani Indonesia-SDT, Sumaria Daeng Toba mengatakan, penanaman cabe jamu di SMKN 5 Balikpapan merupakan langkah awal untuk memperkenalkan dan mengembangkan komoditas tersebut di Kalimantan Timur.

“Selain itu, kolaborasi yang dilakukan Sahabat Tani Indonesia-SDT dengan SMKN 5 Balikpapan juga bertujuan untuk memajukan dan memanfaatkan lahan pertanian sekolah agar bermanfaat bagi siswa, sekolah dan masyarakat sekitar,” kata Sumaria.

“Penanaman ini sebenarnya kami rencanakan pada saat peringatan Hari Tani Nasional 24 September lalu. Namun karena waktunya berdekatan dengan kegiatan pelantikan taruna-taruni SMKN 5 Balikpapan, akhirnya penanaman dilakukan bersamaan dengan kegiatan ini,” imbuhnya.

Menurut dia, lahan yang disiapkan untuk pengembangan cabe jamu mencapai satu hektare. Sementara jumlah bibit yang disiapkan sebanyak 150 bibit.

Dalam penanaman simbolis, sebanyak 30 bibit terlebih dahulu diserahkan dan ditanam. Selanjutnya, seluruh bibit yang telah disiapkan akan ditanam secara bertahap di lahan yang telah ditentukan.

“Karena tanaman ini belum dikembangkan di Kaltim, penanaman perdana cabe jamu ini kami lakukan di SMKN 5 Balikpapan. Nantinya, kegiatan ini akan melibatkan siswa serta kelompok tani yang berada di lingkungan sekolah,” jelasnya.

Sumaria berharap pengembangan cabe jamu di SMKN 5 Balikpapan dapat memberikan hasil yang baik sehingga bisa menjadi percontohan untuk pengembangan tanaman tersebut di daerah lain di Kalimantan Timur.

“Jika penanaman cabe jamu di SMKN 5 Balikpapan ini berhasil dan hasilnya bagus, kami berharap pengembangannya dapat dilanjutkan pada tingkat Provinsi Kaltim,” harapnya.

Manfaatkan Lahan Sekolah

Sementara itu, Kepala SMKN 5 Balikpapan Mukhlis didampingi Wakil Kepala SMKN 5 Balikpapan Bidang Kesiswaan, Ahmad menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, pengembangan cabe jamu sejalan dengan potensi lahan yang dimiliki SMKN 5 Balikpapan yang mencapai lebih dari 16 hektare.

Ia mengatakan, lokasi penanaman dipilih di kawasan yang berdekatan dengan tambak karena kondisi lahannya relatif lebih tinggi dibandingkan kawasan pantai di lingkungan sekolah.

“Untuk tahap perdana, kami menyiapkan lahan seluas satu hektare atau menyesuaikan dengan jumlah bibit yang tersedia. Kalau penanaman cabe jamu ini dapat berkembang dengan baik, kelompok tani yang berada di sekitar sekolah juga akan kami libatkan,” ujar Mukhlis.

Mukhlis berharap pengembangan cabe jamu tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi dapat berlanjut hingga tahap pemeliharaan dan panen sehingga memberikan manfaat bagi sekolah maupun masyarakat sekitar.

“Harapan ke depan, kegiatan penanaman cabe ini dapat sukses sampai panen. Ini merupakan komoditas yang bisa dikembangkan di daerah lain, khususnya melalui SMKN 5 Balikpapan. Insyaallah, jika berhasil, pengembangannya dapat meluas ke wilayah lain di Balikpapan, seperti Karang Joang maupun daerah lainnya,” pungkasnya. (*/fa/ra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *