BALIKPAPAN, Berandakaltim.com – Pelayanan air bersih yang dilakukan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) atau biasa disebut PDAM Balikpapan tampaknya menjadi bahan bahasan warga yang tak ada habisnya. Terlebih menyangkut dengan pemasangan sambungan baru, yang selalu berdalih saat ini tidak bisa dilayani.
Kondisi ini jadi bahan bahasan warga saat reses anggota DPRD Balikpapan, H. Haris S.IP digelar di kediaman almarhum H. Sappe di kawasan Balikpapan Permai Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (11/11/2024) malam.
Bahkan, warga menilai jika PDAM Balikpapan pilih kasih saat melayani permintaan sambungan baru, yakni hanya wilayah tertentu yang dilayani. Sementara, wilayah lainnya hanya gigit jari alias tidak dilayani.
Ketua RT 9 Klandasan Ulu, Sukandar mempertanyakan tentang PDAM yang dinilainya pilih kasih saat warga mau mendapatkan air bersih melalui pemasangan sambungan baru.
Menurutnya, hanya warga di wilayah Balikpapan Barat saja yang dilayani untuk pemasangan meteran dan sambungan airnya, yang merupakan wilayahnya Wali Kota Balikpapan. Sementara, warga yang bukan wilayah Wali Kota Balikpapan tidak dilayani.
“Kenapa PDAM Balikpapan itu pilih kasih. Yang boleh memasang air secara meteran itu hanya Balikpapan Barat, wilayahnya Pak Wali Kota. Yang wilayah kecamatan lain itu ndak diperbolehkan. Itu diskriminasi bapak ibu sekalian,” kata Sukandar.
Tak hanya itu, Sukandar juga mengeluhkan soal pemasangan pipa induk yang biayanya dibebankan kepada pelanggan, tepatnya ketika warga ingin mendapatkan air bersih yang dikelola oleh PDAM Balikpapan.
“Kami juga bingung soal pipa induk. Warga kami ingin pasangan baru, justru diminta memasang pipa induk yang biayanya dibebankan kepada pelanggan,” imbuhnya.
Tak hanya Sukandar, Ketua RT 22 Kelurahan Damai, Gunadi juga menyampaikan aspirasinya terkait dengan pelayanan air bersih PDAM atau PTMB, yang sampai saat ini, masih banyak warganya yang belum mendapatkan air bersih dari PDAM dengan alasan tidak ada pipa induk.
“Jadi masalah air ini sudah berapa tahun ini kita selalu menanyakan ingin memasang air saja, walaupun bayar, jawabnya selalu belum ada. Jadi kapan Pak air itu bisa disambungkan ke masyarakat,” kata Gunadi.
Sayang, perwakilan manajemen PTMB yang hadir di reses ini belum mau berkomentar saat dimintai tanggapannya oleh sejumlah wartawan. Dia meminta wartawan langsung berkomunikasi dengan pimpinannya yakni Direktur Utama PTMB.
“Jangan saya, silakan langsung konfirmasi ke Pak Dirut,” ujarnya.
Sementara itu, anggota DPRD Balikpapan, H. Haris mengatakan, terkait dengan keluhan warga tentang pelayanan PDAM yang disampaikan di reses ini, pihaknya tentu sangat menyayangkan jika memang ada diskriminasi atau pilih kasih, yakni ada dugaan yang bisa dilayani dan ada dugaan yang tidak bisa dilayani.
“Kebetulan saya di Komisi III, Fraksi kami PDI Perjuangan, nanti yang akan menanyakan ke Komisi II, apakah benar ada namanya penyambung, ada yang bisa, ada yang tidak bisa. Permintaan masyarakat, harus ada keadilan dong. Kalau itu tidak ada, semua tidak ada,” kata Haris.
Tapi kalau ada, Haris menambahkan, warga juga harus bisa mendapatkan hak yang sama yakni mendapatkan sambungan air bersih. “Memang kondisi sekarang ini, kita tahu memang air itu sedang digilir distribusinya,” tutupnya.
Serap aspirasi masyarakat Kota Minyak yang dilaksanakan politisi PDI Perjuangan ini dihadiri sekitar 200 lebih warga yang merupakan perwakilan Ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh agama dan warga sekitar dari sejumlah Kelurahan di Kecamatan Balikpapan Kota.
Selain manejemen PTMB, hadir mendampingi H. Haris dalam kegiatan ini adalah perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Balikpapan, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan. (*/ra/al)