BALIKPAPAN, Berandakaltim.com – Program Night At Library yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar) Kota Balikpapan, pada Rabu (30/9/2026) malam, mendapat sambutan positif warga Kota Minyak. Program tersebut menjadi kesempatan warga, khususnya penggemar baca buku, untuk mengakses perpustakaan hingga malam hari.
Program yang berlangsung di Kantor Dispustakar Balikpapan, Jalan Pierre Tendean, Kelurahan Telaga Sari, tersebut menjadi salah satu upaya mendorong peningkatan minat baca sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat yang tidak memiliki kesempatan mengunjungi perpustakaan pada siang hari.
Kepala Dispustakar Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu mengatakan, Night At Library digelar kembali sebagai inovasi layanan perpustakaan untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas perpustakaan.
Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Total sebanyak 200 pengunjung memanfaatkan layanan perpustakaan yang dibuka hingga malam hari.
“Dispustakar Kota Balikpapan kembali mempersembahkan program spesial, yakni Night At Library. Jumlah pengunjung pada kegiatan ini cukup menggembirakan, mencapai 200 pengunjung,” kata Neny.
Ia menjelaskan, perpanjangan jam layanan tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan minat baca, tetapi juga menyediakan ruang yang nyaman bagi warga untuk mengisi waktu malam dengan kegiatan yang produktif.
“Kami hadir lebih lama untuk menemani malam produktif dan memberikan ruang yang nyaman bagi warga Balikpapan yang ingin melepas penat setelah seharian beraktivitas, menuntaskan tugas, atau sekadar menikmati cerita di antara riuhnya malam kota,” ujarnya.
Neny menambahkan, Night At Library yang digelar pada Rabu malam merupakan pelaksanaan kedua. Sebelumnya, program serupa telah dilaksanakan pada 16 September 2026.
Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 17.00 WITA hingga 21.00 WITA. Karena keterbatasan ruang, Dispustakar membagi lokasi kegiatan menjadi dua area, yakni ruang baca umum dan ruang galeri arsip.
Pembagian ruang tersebut dilakukan untuk menjaga kenyamanan seluruh pengunjung. Ruang baca umum digunakan masyarakat untuk membaca dan memanfaatkan layanan perpustakaan, sedangkan ruang galeri arsip dimanfaatkan pengunjung yang tergabung dalam komunitas membaca.
“Bagi pengunjung yang tergabung dalam komunitas membaca, ruangan juga dimanfaatkan untuk berdiskusi. Jadi mereka tidak mengganggu aktivitas pengunjung lainnya, khususnya pengunjung di ruang baca umum,” jelas Neny.
Sementara itu, salah seorang pengunjung, Wisnugiar, mengapresiasi dibukanya layanan perpustakaan hingga malam hari. Menurutnya, tambahan waktu layanan memberikan kesempatan bagi masyarakat yang tidak dapat berkunjung pada siang hari, khususnya mereka yang bekerja.
“Bagus sekali. Perpustakaan punya inovasi baru untuk menggiatkan orang agar lebih banyak membaca. Karena tidak semua orang berkesempatan membaca pada siang hari, terutama yang bekerja. Tentunya sangat menyenangkan,” kata Wisnugiar.
Ia menilai, Night At Library juga dapat menjadi wadah bagi masyarakat yang memiliki hobi membaca, sekaligus memberikan akses yang lebih fleksibel bagi pekerja untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan setelah menyelesaikan aktivitas pada siang hari.
“Apalagi bagi para penggemar baca buku, kegiatan ini bisa menjadi wadah atau tempat menyalurkan hobi membaca. Terutama bagi para pekerja yang hanya memiliki waktu ke perpustakaan saat malam hari setelah menyelesaikan aktivitas bekerja di siang hari,” pungkasnya. (*/fa/ra)