Pembangunan Jembatan Atas Air Baru Tengah Rp17,45 Miliar Dipertanyakan

BALIKPAPAN, Berandakaltim.com – Di tengah kondisi fiskal Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan yang tengah menghadapi tekanan akibat penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat, pembangunan sejumlah infrastruktur mulai dipertanyakan urgensinya oleh masyarakat.

Salah satunya proyek Pembangunan Jembatan Atas Air (Lanjutan) Kelurahan Baru Tengah, Kecamatan Balikpapan Barat, dengan nilai kontrak mencapai Rp17,458 miliar.

Proyek yang dikerjakan PT Azka Jaya Konstruksi tersebut memiliki masa pelaksanaan 210 hari kalender. Namun, besarnya anggaran yang digelontorkan di tengah kondisi keuangan daerah menjadi perhatian warga, terutama terkait skala prioritas pembangunan.

Warga Balikpapan Barat, Raka, mempertanyakan urgensi pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan setiap anggaran yang dikeluarkan benar-benar diarahkan pada kebutuhan yang paling mendesak bagi masyarakat.

“Kami hanya mempertanyakan urgensi pelaksanaan pembangunan jembatan Kampung Atas Air tersebut karena kami nilai belum mendesak. Yang seharusnya menjadi perhatian adalah penanganan banjir. Di Balikpapan Barat, titik-titik banjir masih terjadi dan ini seharusnya menjadi prioritas pembangunan,” kata Raka.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur memang penting, tetapi dalam kondisi fiskal yang terbatas, pemerintah harus lebih selektif dalam menentukan prioritas.

Ia juga mempertanyakan alasan pembangunan jembatan tersebut apabila tujuannya untuk memperlancar mobilitas masyarakat. Pasalnya, akses jalan utama di kawasan Balikpapan Barat dinilai masih dapat digunakan dengan baik dan tidak menghadapi persoalan kemacetan yang berarti.

“Ini yang seharusnya menjadi perhatian. Memang semuanya penting, tetapi penanganan banjir saya pikir lebih penting daripada jembatan tersebut. Jalan utama Balikpapan Barat saat ini juga masih membutuhkan perhatian,” ujarnya.

Sorotan tersebut kemudian mendapat penjelasan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Balikpapan.

Penata Kelola Jalan dan Jembatan Ahli Muda Dinas PU Balikpapan, Yonatan menjelaskan, bahwa pembangunan jembatan tersebut bukan semata-mata untuk menambah infrastruktur, melainkan untuk membuka konektivitas antarkawasan permukiman.

Papan informasi proyek terpasang di area proyek pembangunan jembatan atas air di Baru Tengah, Kecamatan Balikpapan Barat. Proyek ini dibiayai oleh Bankeu Pemprov Kalimantan Timur.

“Jalan tersebut dibangun sebagai jembatan penghubung antara Baru Tengah dengan permukiman yang ada di seberangnya, yakni Margasari. Jembatan itu dibangun sebagai akses anak sekolah ke SMP 25 dan mobilisasi masyarakat di permukiman atas air wilayah Margasari dan Baru Tengah,” jelas Yonatan.

Ia menyebut pembangunan jembatan lanjutan tersebut memiliki panjang sekitar 123 meter dengan lebar 7 meter dan 16 meter.

Berbeda dengan anggapan bahwa seluruh pembiayaan proyek berasal dari kondisi keuangan Pemkot Balikpapan, Yonatan menjelaskan bahwa anggaran pembangunan bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Sumber dana pembangunan jembatan lanjutan Kampung Baru Tengah itu dari Pemprov Kalimantan Timur sebesar Rp17,45 miliar. Saat ini, progres pembangunan per 20 September 2026 kurang lebih mencapai 87 persen,” ungkapnya.

Dinas PU juga memastikan pelaksanaan proyek sejauh ini masih berjalan sesuai rencana. Menurut Yonatan, deviasi pekerjaan masih berada pada posisi positif dan proyek ditargetkan rampung sesuai kontrak pada akhir Desember 2026.

Setelah pembangunan selesai, jembatan tersebut direncanakan tersambung hingga kawasan dermaga Tempat Pendaratan Ikan (TPI) di Jalan Telaga Mas, Balikpapan Barat.

“Perencanaan akhirnya nanti akan menyambung dengan dermaga TPI dan Jalan Telaga Mas, yakni kawasan yang menuju Jalan 21 Januari, Kelurahan Baru Tengah,” pungkasnya.

Dengan progres yang telah mencapai sekitar 87 persen, persoalan pembangunan jembatan kini bukan lagi sekadar soal apakah proyek tersebut akan selesai tepat waktu.

Sorotan masyarakat justru mengarah pada sejauh mana pembangunan tersebut menjawab kebutuhan prioritas warga dan memberikan manfaat yang sebanding dengan anggaran Rp17,45 miliar yang telah dialokasikan.

Terlebih, di tengah ruang fiskal daerah yang terbatas, tuntutan terhadap transparansi perencanaan, dasar penentuan prioritas, serta manfaat pembangunan menjadi semakin penting untuk dipertanggungjawabkan kepada publik.

Adapun data proyek tersebut yakni:
Nomor Kontrak: 091.20/1.03.10.2.01.0069/DPU-JJ/V2026
Subkegiatan: Pembangunan Jembatan
Pekerjaan: Pembangunan Jembatan Atas Air (Lanjutan) Kelurahan Baru Tengah
Nilai Kontrak: Rp17.458.406.105
Waktu Pelaksanaan: 210 hari kalender
Pelaksana: PT Azka Jaya Konstruksi
Konsultan: PT Widya Aika Berkarya. (*/fa/ra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *