BALIKPAPAN, Berandakaltim.com – Dalam upaya menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memohon perlindungan dan pertolongan Allah SWT, Polresta Balikpapan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat menggelar salat Istisqa dan doa bersama.
Kegiatan berlangsung di halaman Makodim 0905/Balikpapan dengan suasana khusyuk dan penuh tawaduk. Salat Istisqa dilaksanakan sebagai ikhtiar spiritual agar Allah SWT menurunkan hujan, sekaligus memohon agar masyarakat Kota Balikpapan dijauhkan dari berbagai musibah dan bencana.
Doa bersama dipimpin oleh Ustaz Imam Masjid Makodim 0905/Balikpapan. Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy, diwakili Kabag SDM Polresta Balikpapan Kompol Teguh Sanyoto.
Kegiatan tersebut turut diikuti unsur BPBD, Senkom, SAR, TNI-Polri, serta masyarakat Kota Balikpapan. Para peserta dari berbagai instansi mengenakan seragam dinas masing-masing dan berbaur dalam rangkaian ibadah serta doa bersama.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Istisqa, dilanjutkan khutbah dan pembacaan doa, kemudian ditutup dengan silaturahmi.
Dalam doa tersebut, para peserta memohon agar Kota Balikpapan diberikan curahan hujan, dijauhkan dari musibah dan bencana, serta diberikan keselamatan, kesehatan, dan kemudahan dalam menghadapi musim kemarau panjang dan kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko karhutla.
Selain di halaman Makodim 0905/Balikpapan, doa bersama juga digelar di halaman Kodam VI/Mulawarman. Kegiatan tersebut dihadiri Pangdam VI/Mulawarman, Wakapolda Kalimantan Timur, Wakapolresta Balikpapan AKBP Fauzan Arianta, unsur TNI-Polri, tamu undangan, tokoh masyarakat, serta warga Balikpapan.
Kabag SDM Polresta Balikpapan Kompol Teguh Sanyoto mengimbau seluruh umat Islam di Kota Balikpapan untuk dapat menggelar kegiatan serupa di masjid-masjid. Ia juga mengajak masyarakat dari berbagai agama dan kepercayaan untuk melakukan doa bersama sesuai dengan keyakinan masing-masing sebagai bentuk ikhtiar menghadapi potensi bencana.
“Kita berharap dengan doa bersama ini Kota Balikpapan selalu terlindungi dari segala marabahaya dan bencana. Mari kita wujudkan semboyan Balikpapan Ku Bangun, Ku Jaga dan Ku Bela,” ujar Teguh.
Teguh menjelaskan, salat istisqa’ adalah salat sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) yang dikerjakan secara berjamaah untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan air hujan saat terjadi kekeringan panjang atau kemarau ekstrem.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama antara pemerintah, TNI-Polri, relawan, tokoh masyarakat, dan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla sekaligus memperkuat kepedulian serta kebersamaan masyarakat dalam menghadapi kondisi kemarau. (*/fa/ra)