Kasus HIV di Balikpapan Tinggi, Wawali: Tidak Dapat Dibebankan Hanya ke Pemerintah

BALIKPAPAN, Berandakaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Wakil Wali Kota, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa upaya menekan tingginya kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Balikpapan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah.

Menurutnya, pencegahan harus dilakukan secara terpadu melalui edukasi, pengawasan lingkungan, serta keterlibatan aktif masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Bagus menanggapi tingginya angka kasus HIV di Balikpapan yang menempatkan kota ini di posisi kedua di Kalimantan Timur setelah Samarinda.

“Persoalan yang berkaitan dengan pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, maupun perilaku menyimpang harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, pengawasan terus kami lakukan,” ujar Bagus usai menghadiri rapat paripurna DPRD Balikpapan, Senin (6/7/2026).

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Balikpapan bersama aparat penegak hukum dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) secara rutin melakukan pengawasan di lapangan. Selain itu, pemerintah juga terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai media, termasuk videotron yang tersebar di sejumlah titik strategis di Balikpapan.

“Melalui videotron, kami terus menyampaikan pesan tentang bahaya narkoba, HIV, dan pentingnya menghindari perilaku yang berisiko terhadap kesehatan maupun kehidupan sosial,” katanya.

Menurut Bagus, edukasi juga dilakukan di lingkungan sekolah melalui layanan bimbingan, konseling, dan penyuluhan agar pelajar memiliki pemahaman yang baik mengenai bahaya pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan, termasuk memastikan setiap pendatang baru melapor kepada ketua RT sesuai ketentuan yang berlaku.

“Ini merupakan salah satu bentuk pengamanan lingkungan agar keberadaan pendatang dapat terdata dengan baik dan situasi lingkungan tetap kondusif,” ujarnya.

Selain pemerintah dan aparat, Bagus menilai tokoh agama dan tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat. Menurutnya, pesan-pesan mengenai bahaya narkoba, pergaulan bebas, dan perilaku berisiko selama ini juga rutin disampaikan dalam berbagai kegiatan keagamaan.

Ia menambahkan, pembinaan karakter bagi generasi muda perlu diperkuat melalui kegiatan positif di luar jam sekolah agar mereka memiliki ruang untuk mengembangkan potensi dan terhindar dari perilaku yang berisiko.

“Pada prinsipnya, pemerintah telah melakukan berbagai langkah pencegahan. Keberhasilannya sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan kesadaran setiap individu untuk menjaga diri serta lingkungannya,” pungkas Bagus. (*/fa/ra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *