Soroti Gangguan Distribusi Air, Budiono Prihatin Respon Call Center PTMB

BALIKPAPAN, Berandakaltim.com – Gangguan distribusi air bersih yang dialami warga Kampung Buton, Jalan ZA Maulani, Balikpapan Selatan, selama lebih dari 10 hari mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Balikpapan.

Warga dari tujuh rukun tetangga (RT) bahkan melakukan aksi penutupan jalan sebagai bentuk protes terhadap pelayanan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) atau yang lebih dikenal dengan sebutan PDAM Balikpapan.

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, mengaku prihatin atas kondisi yang dialami masyarakat akibat tidak maksimalnya distribusi air bersih dari PTMB.

“Kalau penjelasannya ada gangguan distribusi air atau kebocoran pipa, saya sebetulnya prihatin dengan respons call center PDAM yang jawabannya tidak memuaskan dan tidak memberikan solusi yang jelas kepada masyarakat,” kata Budiono, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, penyelesaian persoalan tidak cukup hanya melalui penjelasan dari layanan pelanggan. PTMB harus segera menghadirkan langkah konkret untuk membantu warga yang terdampak, terutama karena gangguan telah berlangsung selama 10 hari.

Budiono menilai salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki ke setiap RT terdampak agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

“Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah menyuplai air bersih ke setiap RT melalui mobil tangki untuk dibagikan kepada warga selama proses perbaikan berlangsung,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila perbaikan jaringan belum dapat diselesaikan dalam waktu singkat, PTMB perlu menyiapkan alternatif lain, termasuk memberikan perhatian khusus kepada warga yang terdampak gangguan layanan.

“Kalau memang belum bisa cepat selesai, tentu harus ada solusi lain. Minimal ada perhatian dari PDAM kepada masyarakat yang terdampak agar tetap mendapatkan akses air bersih,” katanya.

Berdasarkan penjelasan yang diterima DPRD Balikpapan, kata Budiono, PTMB saat ini masih melakukan pencarian titik kebocoran dengan mempersempit area yang dicurigai mengalami kerusakan sebelum dilakukan perbaikan.

Selain distribusi air bersih melalui mobil tangki, Budiono juga mengusulkan adanya keringanan pembayaran rekening air bagi pelanggan yang terdampak gangguan layanan.

“Mungkin bisa dibantu dengan distribusi air tangki atau diberikan potongan pembayaran. Yang terpenting, kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan jangan sampai menunggu munculnya gejolak di masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, ratusan warga dari tujuh RT di dua kelurahan, yakni Sungai Nangka dan Damai Bahagia, melakukan aksi penutupan akses Jalan ZA Maulani sebagai bentuk protes terhadap terhentinya pasokan air bersih selama sekitar 10 hari.

Aksi yang diikuti lebih dari 250 warga tersebut melibatkan masyarakat RT 21, 22, 23, 24, dan 44 Kelurahan Sungai Nangka, serta RT 41 dan 42 Kelurahan Damai Bahagia. Dalam aksi itu, warga membawa pengeras suara, panci, ember, gentong, hingga botol bekas air mineral sebagai simbol kekecewaan terhadap pelayanan distribusi air bersih PTMB.

Aksi tersebut menjadi puncak kekecewaan warga yang mengaku telah berupaya berkomunikasi dengan pihak PTMB, namun belum memperoleh kepastian maupun solusi yang memuaskan terkait gangguan layanan air bersih di kawasan mereka. (*/fa/ra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *