Krisis Murid di Balikpapan Barat, SDN 022 Hanya Terima 14 Siswa pada SPMB 2026

BALIKPAPAN, Berandakaltim.com – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Kota Balikpapan menimbulkan persoalan di sejumlah sekolah dasar negeri. Beberapa sekolah yang berada di kawasan perbukitan, jalan menanjak, dan wilayah pinggiran mengalami kekurangan peserta didik, salah satunya SDN 022 Balikpapan Barat.

Pada tahun ajaran 2026, SDN 022 Balikpapan Barat hanya menerima 14 murid baru. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 16 murid. Bahkan, pada 2024 sekolah itu hanya memperoleh empat peserta didik baru.

Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat, termasuk warga sekitar yang mengaku prihatin terhadap minimnya jumlah siswa di sekolah tersebut. Padahal, pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya untuk menjaring calon peserta didik.

Namun, pelaksanaan SPMB dinilai masih menyisakan kendala, terutama terkait persyaratan administrasi kependudukan dan batas usia calon murid.

Saat dikunjungi media ini, dua guru SDN 022 Balikpapan Barat, Ana Sasmita dan Suprihatin, membenarkan bahwa sekolah mereka hanya menerima 14 murid baru pada SPMB Tahun 2026.

Menurut Ana, sebenarnya jumlah calon peserta didik yang ingin bersekolah di SDN 022 Balikpapan Barat mencapai sekitar 20 anak. Namun, enam calon murid lainnya tidak dapat diterima karena tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam sistem.

“Sebenarnya kami bisa mendapatkan sekitar 20 murid, tetapi karena sistemnya tidak memungkinkan, akhirnya yang diterima hanya 14 anak,” ujar Ana.

Ia menjelaskan, sebagian calon murid belum memenuhi ketentuan usia minimal untuk masuk sekolah dasar. Selain itu, ada pula anak yang telah memiliki sertifikat Taman Kanak-kanak (TK), tetapi alamat domisilinya berada di luar wilayah yang menjadi cakupan sekolah sehingga tidak dapat diproses melalui sistem SPMB.

Sementara itu, Suprihatin mengungkapkan bahwa jumlah keseluruhan siswa SDN 022 Balikpapan Barat saat ini masih di bawah 100 orang, mulai dari kelas I hingga kelas VI.

Ia menilai minimnya jumlah peserta didik juga dipengaruhi oleh letak sekolah yang berdekatan dengan SDN 003 dan SDN 002 Balikpapan Barat. Di sisi lain, wilayah layanan SDN 022 hanya mencakup empat rukun tetangga (RT).

Adapun jumlah siswa di setiap jenjang, yakni kelas I sebanyak 14 murid, kelas II sebanyak 16 murid, kelas III hanya empat murid, kelas IV tujuh murid, kelas V sebanyak 16 murid, dan kelas VI sebanyak 14 murid.

“Jumlah murid di sekolah ini tidak sampai 100 anak. Hampir setiap kelas hanya belasan murid, bahkan kelas III dan IV masing-masing hanya empat dan tujuh murid. Sementara lulusan tahun ini sebanyak 25 murid,” katanya.

Menanggapi informasi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengaku belum menerima laporan resmi mengenai kondisi SDN 022 Balikpapan Barat.

Ia memastikan akan segera melakukan pengecekan, baik terkait jumlah peserta didik maupun kondisi sarana dan prasarana sekolah yang dilaporkan mengalami kerusakan.

“Baik. Jadi yang akan kami cek adalah jumlah siswa dan beberapa sarana prasarana yang dilaporkan rusak. Nanti saya cek terlebih dahulu,” kata Irfan. (*/fa/ra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *