BALIKPAPAN, Berandakaltim.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan (KP) Kalimantan Timur (Kaltim) telah melakukan 168 kegiatan dari awal tahun baik online maupun secara tatap muka.
Per Februari 2024, tercatat sebanyak 221.501 warga Kaltim telah menjadi investor di Pasar Modal Indonesia, yang mana terdapat 5.962 investor baru sepanjang tahun 2024 atau tumbuh sebesar 3 persen.
“Sepanjang Januari sampai dengan Februari 2024 terakumulasi sebanyak Rp 2,26 triliun total transaksi saham yang dilakukan oleh investor saham asal Kaltim. Adapun total nilai saham investor saham asal Kaltim tercatat sebanyak Rp 25,2 Triliun per Februari 2024,” kata Kepala Kantor Perwakilan BEI Kaltim Ferdinan Sihombing dalam paparannya dihadapan warta Kaltim saat buka puasa bersama di Secako Coffe Jalan ARS Muhammad Balikpapan, Rabu (27/03/2024) malam.
Di kesempatan ini, Ferdinan juga mengingatkan kepada masyarakat Kaltim untuk waspada terhadap oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang mengatasnamakan investasi yang mencari rekanan atau investor untuk usahanya.
Dalam beberapa tahun terakhir, tambah Ferdinan, ada banyak modus yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu dalam menjerat calon investor melalui investasi bodong.
“Modus yang biasa digunakan seperti arisan, investasi bagi hasil dengan keuntungan tinggi, dan investasi bodong berbasis multilevel marketing. Dari catatan OJK dan BEI, ada lebih Rp 100 triliun kerugian masyarakat akibat investasi bodong,” ungkap Ferdinan.
Maka dari itu, lanjut Ferdinan, BEI mengajak masyarakat agar berhati-hati dalam melakukan investasi.
Sebagai upaya untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan khususnya di sektor pasar modal di Kaltim, serta untuk memberikan informasi tentang investasi yang legal dan aman kepada masyarakat, Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kaltim atau yang dikenal juga IDX Kaltim terus aktif dan konsisten dalam melaksanakan pemasyarakatan pasar modal di Kaltim.
“Tentunya dengan didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan, 6 perwakilan Perusahaan Sekuritas dan 20 Galeri investasi BEI se-Kaltim,” tandasnya.
Sejak awal tahun, jelas Ferdinan, IDX Kaltim telah melaksanakan kegiatan edukasi dan sosialisasi keuangan, khususnya pasar modal ke berbagai kalangan masyarakat, mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, pegawai swasta, pengusaha hingga pegawai negeri..
Salah satu program edukasi unggulan dari IDX Kaltim yaitu Sekolah Pasar Modal yang membekali masyarakat untuk dapat melek keuangan dan siap melakukan praktek menjadi investor di Pasar Modal, baik itu sebagai investor saham maupun investor obligasi dan reksa dana.
“Tanpa adanya dukungan media, BEI tak bisa mencegah pertumbuhan investasi bodong yang marak berkembang di tengah masyarakat,” ucapnya.
Dilaksanakannya Media Gathering di Kaltim ini, jelas Ferdinan, tentunya bertujuan untuk menjalin kerja sama inklusi dan literasi keuangan khususnya dalam hal memberikan pemahaman maupun edukasi kepada masyarakat akan peluang pengelolaan keuangan melalui sektor investasi saham melalui media dapat tercapai.
“Media merupakan garda terdepan yang memiliki peran penting dalam penyebarluasan informasi dan edukasi literasi keuangan kepada masyarakat. Media sangat berperan dan efektif dalam melawan keberadaan investasi bodong,” pungkas Ferdinan. (*/yut/ran)