BALIKPAPAN, Berandakaltim.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Dexlite mulai berdampak pada operasional pelayanan publik di Kota Balikpapan. Salah satu instansi yang terdampak adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan yang sebagian besar armada operasionalnya menggunakan mesin diesel.
Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan anggaran BBM yang telah disusun sebelumnya kini terancam tidak mencukupi akibat kenaikan harga Dexlite.
“Alokasi anggaran BBM untuk operasional kendaraan penanggulangan bencana masih mengacu pada harga lama sebelum adanya kenaikan harga. Kondisi ini tentu sangat berdampak terhadap postur anggaran kami, apalagi di tengah kebijakan efisiensi,” ujar Usman Ali, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, tambahan anggaran BBM diperlukan untuk memastikan kinerja personel dan armada BPBD tetap optimal saat menangani bencana maupun kebakaran.
Ia menjelaskan, kendaraan operasional BPBD seperti mobil pemadam kebakaran dan unit rescue memiliki tugas khusus yang mengharuskan armada selalu siaga selama 24 jam di seluruh posko sektor di wilayah Balikpapan.
Kondisi tersebut dinilai semakin mendesak karena Balikpapan saat ini bersiap menghadapi fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Fenomena cuaca itu berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lahan, kebakaran permukiman, hingga kekurangan air bersih.
“Dampaknya mungkin belum terasa sekarang, tetapi ke depan sangat mengkhawatirkan. Kendaraan operasional tidak boleh berhenti bergerak ketika terjadi bencana. Kami harus memastikan kesiapan personel dan armada tetap optimal,” katanya.
Meski BPBD telah melakukan langkah penghematan, Usman berharap Pemerintah Kota Balikpapan bersama DPRD dapat memberikan dukungan tambahan anggaran melalui APBD Perubahan 2026.
“Kami tidak ingin di tengah situasi darurat operasional terkendala masalah BBM. Ini menyangkut kepentingan publik dan keselamatan masyarakat saat terjadi bencana,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, menyatakan pihaknya memahami urgensi kebutuhan BBM bagi kendaraan operasional penanggulangan bencana.
“Kami akan mempertimbangkan usulan tersebut. Kendaraan operasional penanggulangan bencana merupakan kebutuhan darurat yang tidak bisa ditunda. Kami akan melihat sejauh mana kekurangan anggarannya,” kata Gasali.
Ia menambahkan, DPRD bersama BPBD akan melakukan penghitungan ulang kebutuhan anggaran operasional hingga akhir 2026. Jika anggaran yang tersedia dinilai tidak mencukupi akibat kenaikan harga Dexlite, maka penambahan anggaran melalui APBD Perubahan akan diprioritaskan.
“Unit pemadam kebakaran harus tetap siaga 24 jam. Walaupun ada kebijakan efisiensi anggaran secara umum, untuk sektor kedaruratan kami akan menyesuaikan nilainya agar pelayanan tetap berjalan maksimal,” pungkasnya. (*/fa/ra)