BALIKPAPAN, Berandakaltim.com – Warga Perumahan Bukit Damai Sentosa (BDS) 2, Kelurahan Sungai Nangka, Kecamatan Balikpapan Selatan, kembali mengeluhkan buruknya layanan air bersih dari Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), yang sebelumnya dikenal dengan nama PDAM Kota Balikpapan.
Pasalnya, sudah enam hari terakhir pasokan air di wilayah tersebut tidak mengalir. Hal ini memicu keresahan warga, yang menilai pelayanan PDAM tidak maksimal dan terkesan mengabaikan kebutuhan dasar masyarakat.
“PDAM arah BDS sudah enam hari tidak mengalir. Alasannya selalu kerusakan jaringan pipa induk dan tempat kerusakannya selalu di lokasi yang sama, yaitu di Agung Tunggal,” ujar Ketut, warga BDS 2, pada Jumat (26/9/2025).
Ia juga menyayangkan sikap PDAM yang dinilai tidak memberikan solusi konkret atas masalah yang terus berulang. Selama air tidak mengalir, warga terpaksa membeli air tandon dengan harga yang cukup tinggi.
“Kalau air terus-terusan beli, kami sangat keberatan. Satu tandon air harganya bisa mencapai Rp100 ribu sampai Rp150 ribu. Sangat mengecewakan,” tegasnya.
Ketut dan warga lainnya pun mendesak PDAM Balikpapan untuk meningkatkan kinerjanya dan tidak hanya meminta maaf setiap kali terjadi gangguan.
“Jangan hanya minta maaf seperti saat Lebaran saja. Minta maaf terus, tapi tidak ada solusi,” pungkasnya.
Sementara itu, melalui akun media sosial resminya @ptmb_commandcenter, PTMB menyampaikan permohonan maaf atas gangguan layanan air yang terjadi. Gangguan ini disebabkan oleh penutupan gate valve karena adanya kebocoran pipa berdiameter 300 mm di Jalan MT Haryono, tepatnya di halaman Hotel Hemra.
Pekerjaan perbaikan tersebut diperkirakan memakan waktu selama 1×24 jam. Adapun wilayah terdampak antara lain sepanjang Jalan MT Haryono arah Balikpapan Baru, Perumahan BDS, BDI, PLN, Rengganis, Daun Village, Perumahan Balikpapan Baru, dan sekitarnya.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat pekerjaan ini,” tulis PTMB dalam keterangannya. (*/yu/al)