BALIKPAPAN, Berandakaltim.com – Meningkatkan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat dinilai sangat penting bagi Klinik Permata 79 BDS.
Komitmen ini dinyatakan oleh CEO Klinik Permata 79 BDS, Ir. H. Ahmad Basir, saat menerima kedatangan Tim Surveyor Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dari Lembaga Akreditasi Fasyankes Seluruh Indonesia (Laskesi), Sabtu (20/9/2025).
Menurut Ahmad Basir (AHB), kehadiran tim Laskesi bertujuan melakukan penilaian mutu pelayanan agar sesuai standar, aman, dan berkualitas. Proses penilaian berlangsung selama dua hari, yakni pada 17 dan 20 September 2025.
“Alhamdulillah semua berjalan lancar. Hari ini adalah hari terakhir Tim Surveyor dari Laskesi melakukan pemeriksaan dan penilaian mutu pelayanan langsung di Klinik Permata 79 BDS,” ujarnya.
AHB menegaskan, sertifikasi akreditasi sangat penting untuk memberikan jaminan mutu pelayanan pasien baik medis maupun non medis serta memastikan standar pelayanan kesehatan yang paripurna.
“Bukan kami yang menyatakan Klinik Permata 79 BDS sudah memenuhi standar pelayanan yang prima, melainkan harus melalui lembaga sertifikasi akreditasi dari Laskesi yang menjadi bukti sekaligus pertimbangan masyarakat untuk mempercayakan pelayanan pemeriksaan kesehatannya di sini,” kata AHB.
“Melalui akreditasi ini, Klinik Permata 79 BDS berharap dapat terus meningkatkan kepercayaan masyarakat serta memastikan pelayanan kesehatan yang diberikan sesuai standar dan paripurna,” tutupnya.
Seperti diketahui, klinik yang berlokasi di Jalan ZA Maulani, Perumahan Bukit Damai Sentosa (BDS), kedatangan Tim Surveyor Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dari Lembaga Akreditasi Fasyankes Seluruh Indonesia (Laskesi).
Kunjungan yang dipimpin oleh dr. Jimmy Elraju Kalesaran, MARS, FISQua, CHAE,CPPD, CHMC, CHQP, C.PS, CPPS, C.HL, C.H selaku ketua tim dan Ns.Ariansyah. MS, S.Kep, M.Kes sebagai anggota disambut langsung oleh CEO Klinik Permata 79 BDS, Ir. H. Ahmad Basir dan pimpinan klinik, dokter, tenaga medis, staf serta dihadiri para ketua RT dan tokoh masyarakat sekitar. (*/zi/ra)