Tak Capai Target, Formak Indonesia Minta Kontraktor Rumah Sakit Balikpapan Barat Kembalikan Dana Proyek Rp 21 M

BALIKPAPAN, Berandakaltim.com – Forum Masyarakat Antikorupsi (Formak) Indonesia kembali menyoroti progres pembangunan rumah sakit umum daerah di wilayah Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan.

Diduga, hingga menjelang akhir Desember 2024, progres pembangunan rumah sakit umum daerah di Balikpapan Barat ini, tidak mencapai target sesuai kontrak yang sudah ditandatangani. Padahal, anggaran sebesar Rp 21 Miliar yang diberikan kepada kontraktor sebagai uang muka kontrak, namun, progres pembangunannya diduga tidak mencapai 30 persen.

Sorotan Formak Indonesia atas progres pembangunan rumah sakit ini disampaikan pada rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan di lantai dua Kantor DPRD Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, Senin (16/12/2024).

“Yang kami sampaikan di RDP Komisi IV DPRD Balikpapan adalah minta kesesuaian antara dana yang keluar sebesar Rp 21 miliar yang sudah dibayarkan ke kontraktor dengan progres yang tercapai,” kata Jerico Noldi, Ketua Formak Indonesia ditemui media ini usai pertemuan.

Kalau tidak sesuai dengan progres pembangunan rumah sakit, pihaknya meminta kepada kontraktor bersangkutan agar dana sebesar Rp 21 miliar yang sebelumnya dijadikan uang muka proyek tersebut, dikembalikan.

Menurut Jerico, diakhir kontrak pada 31 Desember 2024, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan diminta untuk menghitung kesesuaian dana Rp 21 miliar yang diberikan sebagai uang muka kepada kontraktor pelaksana dengan progres pekerjaan.

“Bilamana tidak sesuai, maka harus ada pengembalian dana maupun sanksi kepada kontraktor akibat progres tidak tercapai,” tandasnya.

Ketua DPP Formak Indonesia, Jerico Noldi (kiri) dan Ketua Dewan Pembina DPP Formak Indonesia, H. Abdul Hakim Rauf SH (kanan).

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina DPP Formak Indonesia, H. Abdul Hakim Rauf SH menyebut, Formak Indonesia akan terus intens menyoroti setiap anggaran yang memakai uang rakyat agar dimonitor dan diawasi.

“Saya sebagai Ketua Dewan Pembina mendukung segala kegiatan positif Formak Indonesia dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi,” tandas H. Abdul Hakim Rauf.

Menanggapi sorotan Formak Indonesia, Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkot Balikpapan, Zulkifli menjelaskan, pihaknya menyampaikan apresiasi kepada Formak Indonesia yang ikut melakukan pemantauan pembangunan di Kota Balikpapan, utamanya terkait pembangunan rumah sakit umum daerah di Balikpapan Barat.

“Mereka mempertanyakan target progres pembangunan rumah sakit di Balikpapan Barat serta bagaimana perlakuannya, sudah kita jelaskan semua, termasuk lahan itu “bermasalah”. Intinya mereka mantau dan ikut mengawasi,” kata Zulkifli.

Langkah-langkah yang diambil Pemerintah Kota Balikpapan dalam persoalan ini, lanjut Zulkifli, adalah melakukan memaksimalisasi kegiatan, yakni optimalisasi kegiatan di lapangan. Tadi disampaikan dari manajemen kontraktor pelaksana itu, diusahakan 30 persen bisa dicapai dengan segala keterbatasan waktu.

Tadi disampaikan bahwa target manajemen kontraktor diusahakan kurang lebih 30 persen bisa kita capai ya dengan segala keterbatasan waktu. Nanti mereka akan menambah 2 alat. Minimal melampaui dari persentase dari uang muka proyek,” pungkasnya.

Hadir dalam RDP bersama Komisi IV DPRD Balikpapan ini, Ketua Formak Kaltim, Arifin dan Ketua Formak Balikpapan, H. Imam Mutaji SH MH, serta belasan anggota Formak Indonesia. (*/ra/al)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *