Pekerja Proyek SMP di Telagasari Jatuh dari Atap Lapangan Tenis Usai Potong Pohon, Diduga Meninggal Dunia

BALIKPAPAN, Berandakaltim.com – Pembangunan gedung SMPN 27 di bekas Lapangan Tenis Manuntung Jalan Telagasari, Kecamatan Balikpapan Kota, Kota Balikpapan, diduga memakan korban jiwa.

Seorang pekerja diduga meninggal dunia setelah jatuh dari ketinggian usai melakukan aktivitas memangkas atau memotong sebuah pohon yang berada di samping lapangan tenis memanfaatkan scaffolding sebagai pijakannya. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa 23 Juli 2024.

“Iya mas. Pekerjaan pembongkaran lapangan tenis Manuntung makan korban. Satu pekerjanya alami kecelakaan karena terjatuh dari atap lapangan tenis saat memangkas pohon yang berada di samping lapangan. Informasinya korban meninggal dunia,” kata Anto, warga Jalan Telagasari Balikpapan kepada media ini, Senin (28/07/2024).

Anto bercerita, kronologi korban jatuh bermula saat korban melakukan pemangkasan dahan pohon di samping lapangan tenis menggunakan scaffolding, tepatnya pohon di sebelah tower telekomunikasi.

“Saat hendak turun, korban menginjak atap seng lapangan tenis. Diduga, seng yang sudah lapuk karena dimakan karat, tak mampu menahan beban tubuh korban hingga korban jatuh ke tanah,” ungkapnya.

Mengetahui ada seorang pekerja jatuh dan atap lapangan tenis, para pekerja langsung mendatangi TKP (tempat kejadian perkara), dan berusaha menolongnya.

Sayang, saat dilakukan evakuasi, korban sudah tidak berdaya karena kondisinya kritis. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit. Setelah dilakukan penanganan intensif dari tim medis salah satu rumah sakit, satu hari kemudian korban dikabarkan meninggal dunia.

“Korban bukan warga Balikpapan, tapi pekerja yang dibawa dari Jawa. Tidak tahu lagi kabar selanjutnya saya mas. Informasinya meninggal orangnya,” ujar Anto.

Saat mendatangi TKP dan berusaha melakukan konfirmasi, media ini ditemui oleh Suyono selaku Pelaksana Lapangan PT Norma Noor yakni kontraktor pelaksana proyek pembangunan SMPN 27 Balikpapan.

Suyono mengakui jika memang telah terjadi kecelakaan kerja, namun membantah jika korban meninggal dunia. Suyono menegaskan bahwa korban bukan bagian dari pekerja PT Norma Noor selaku pelaksana proyek pembangunan gedung SMPN 27 Balikpapan.

“Korban bukan karyawan tetap (pekerja, red) di sini. Itu kan kita, istilahnya, borongkan potong pohon. Kita datangkan khusus untuk memotong pohon yang dibawa oleh mandor proyek,” kata Suyono.

Kebetulan kemarin dia manjat (berada diketinggian, red), tambah Suyono, namun, pas jalan diantara besi atap lapangan tenis setelah memotong dahan pohon, atau mau turun, otomatis tidak menggunakan tali pengaman, karena dilepas dari ikatannya.

“Disitu kayaknya kepleset, atau bagaimana. Ndak meninggal, ndak begitu informasinya. Ada kok orangnya. Mau operasi malah ndak jadi. Ada robek di mulut. Itu aja kok. Itu bawaannya mandor, bukan pekerja proyek,” tandas Suyono.

Kabar meninggalnya pekerja proyek akibat jatuh dari ketinggian, menurut Suyono, terlalu dilebih-lebihkan sama warga. Kejadian sebenarnya korban tidak meninggal dunia hanya mengalami robek di bagian mulutnya.

“Yang bersangkutan tidak meninggal dunia, saat ini korban dalam tahap pemulihan pasca jatuh,” tutup Suyono. (*/yu/ra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *