BALIKPAPAN, Berandakaltim – Kondisi Pasar Pandansari di Jalan Pandansari, Kelurahan Margasari, Kecamatan Balikpapan Barat, yang semakin semrawut dan kumuh, mendapat sorotan serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan.
Anggota DPRD Balikpapan, Ari Sanda, mengungkapkan keprihatinannya terhadap penataan pasar tradisional terbesar di kota ini. Ia menyoroti maraknya pedagang kaki lima (PKL) yang memanfaatkan fasilitas umum (fasum) untuk berdagang, hingga keberadaan parkir liar yang menyebabkan kemacetan dan penyempitan badan jalan.
“Keberadaan PKL di fasum, ditambah parkir liar bahkan sampai ke badan jalan, telah memicu banyak keluhan dari masyarakat. Kebersihan juga tidak terkontrol. Ini bukan lagi masalah kecil,” ujar Ari Sanda, baru-baru ini.
Ia menyebutkan beberapa permasalahan utama yang membuat kawasan Pasar Pandansari terlihat semrawut, di antaranya:
1. PKL berjualan di atas fasum dan trotoar.
2. Kebersihan lingkungan pasar yang tidak terjaga.
3. Parkir liar yang meluas hingga ke jalan utama.
4. Minimnya rambu lalu lintas yang menyebabkan kemacetan.
5. Bangunan pasar yang tidak berfungsi maksimal, terutama di lantai 2 dan 3.
Menurut Ari, kondisi gedung pasar yang memiliki tiga lantai juga menjadi bagian dari masalah. Lantai 2 dan 3 hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal, bahkan terkesan mangkrak karena tidak digunakan oleh pedagang.
“Kami menduga sejak awal bangunan pasar ini salah desain. Pedagang enggan naik ke lantai atas karena tidak strategis untuk berdagang,” ungkapnya.
Sebagai solusi jangka panjang, Ari mendorong pemerintah untuk melakukan revitalisasi total terhadap Pasar Pandansari. Ia mengusulkan agar lantai 2 dijadikan area parkir, sementara lantai 3 bisa diubah menjadi ruang multifungsi, seperti arena olahraga, pusat UMKM, hingga tempat nongkrong untuk menarik minat masyarakat.
“Lantai atas bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang meningkatkan ekonomi lokal. Misalnya, bisa dibuat tempat gym, futsal, biliar, atau tempat menikmati sunset di sore hari. Ini akan menjadi daya tarik baru,” jelasnya.
Untuk langkah jangka pendek, Ari mendorong penertiban rutin terhadap PKL dan kendaraan yang melanggar aturan. Menurutnya, perlu ada tindakan konkret dan tim khusus untuk menata kembali kawasan Pasar Pandansari.
“Pasar Pandansari ini adalah pasar induk tradisional dan ikon ekonomi Kota Balikpapan. Sudah saatnya dilakukan penyegaran agar tidak semakin terpuruk,” tegas Ari. (*/zi/al)