Dinilai Arogan, Anggota DPRD Balikpapan Bersitegang dengan Warga

Berandakaltim.com, BALIKPAPAN – Perlakuan tak mengenakan dialami salah satu anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan, Kalimantan Timur saat inspeksi mendadak (sidak) di Kompleks Perumahan Balikpapan Regency Jalan Syarifuddin Yoes, Selasa (23/05/2023).

Anggota DPRD Balikpapan dari Partai Demokrat Balikpapan, Mieke Henny, dibentak seorang warga saat melakukan kunjungan lapangan di lokasi pembangunan rumah di kawasan sekitar sekolah terpadu Balikpapan Regency.

Dia dibentak seorang warga ketika memberikan penjelasan terkait site plan Balikpapan Regency yang diduga telah mengalami 5 kali perubahan dan baru dikeluarkan izinnya oleh instansi terkait. Tak hanya itu, dia juga mempertanyakan pembangunan rumah yang sudah lama dilakukan, sementara izinnya baru keluar.

“Site plan kelima tahap 5 baru dikasih keluar izinnya. Pertanyaan kami itu kenapa bapak bangun sudah lama ini,” kata Mieke Henny.

Pertanyaan yang disampaikan Mieke Henny ini dijawab oleh warga bersangkutan dengan jawaban yang tidak mengenakan hingga membuat Mieke Henny gerah. Ketegangan antara keduanya pun tidak terelakan, hingga terjadi pembentakan kepada Wakil Rakyat dari Dapil Balikpapan Selatan ini.

Peristiwa ini disaksikan oleh Ketua dan anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri dan Syukri Wahid, sementara Haris berada tak jauh dari lokasi kejadian. Kemudian juga disaksikan Kepala Cabang dan Bagian Legal Balikpapan Regency serta lainnya.

Untuk meredam ketegangan, Syukri Wahid kemudian melerai keduanya agar tidak terjadi ketersinggungan yang lebih dalam. Meski begitu, Mieke Henny masih merasa dilecehkan atas sikap yang ditunjukkan oleh warga bersangkutan.

Menurut Mieke, demikian dia biasa disapa, kedatangan Komisi III DPRD Balikpapan ke lokasi pembangunan rumah di Balikpapan Regency ini merupakan tugas dan fungsi pengawasan DPRD Balikpapan terhadap pembangunan kota Balikpapan. Apalagi, adanya laporan masyarakat atas dugaan pelanggaran pihak developer berkaitan dengan perizinannya.

“Kita menjalankan tugas dan fungsi pengawasan kita,” tandasnya.

Saat media ini melakukan konfirmasi, ternyata warga yang sempat membentak anggota DPRD Balikpapan adalah Manager Teknik Developer Balikpapan Regency bernama Fernando.

Kepada media ini, Fernando mengatakan, seharusnya urusan perizinan dengan Dinas Tata Kota, namun mereka menanyakannya ke dirinya yang notabene hanya seorang pekerja. Apalagi, saat menyampaikan pertanyaan atau penjelasannya ke dirinya, dia (Mieke Henny, red) terlalu kasar dan terkesan arogan.

“Harusnya kan mereka sama Dinas Tata Kota. Namun, nanyanya ke kita pekerja di sini, langsung nge-push nge-push gitu. Sementara kita sudah urus semua perizinan ke Disperkim. Arogan banget. Mentang-mentang dia anggota DPRD,” kata Fernando.

(*/ben/ran)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *