BALIKPAPAN, Berandakaltim.com – Matinya jaringan Wifi gratis yang terpasang di sejumlah wilayah Kota Balikpapan, yang merupakan bagian dari program Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, sejak 1 Januari hingga saat ini, dikabarkan mati.
Matinya jaringan internet gratis ini tentunya dikeluhkan masyarakat, khususnya warga di sejumlah Rukun Tetangga (RT) yang menjadi lokasi ketempatan, seperti Wifi gratis di Posyandu, Pos Kamling serta lainnya. Padahal, pada tahun 2025 lalu, jaringan Wifi gratis yang terpasang di lokasi-lokasi tersebut terbilang lancar.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Halili Adinegara mengatakan, sejak 1 Januari 2026, fasilitas Wifi gratis yang disediakan Pemerintah Kota Balikpapan bermasalah, tepatnya di seluruh wilayah Kelurahan Gunung Samarinda, maupun wilayah lainnya di Kecamatan Balikpapan Utara.
“Bermasalah pertanggal 1 Januari 2026. Seluruh fasilitas Wifi se-Gunung Samarinda, bahkan di luar wilayah Kelurahan Gunung Samarinda sudah mati. Bahkan sampai sekarang masih mati,” kata Halili, Rabu (11/2/2026).
Menurut Halili, tidak hanya satu atau dua RT yang jaringan Wifi gratis yang dipasang Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mati, namun hampir seluruh jaringan Wifi gratis di wilayah tersebut tak bisa digunakan alias tidak berfungsi.
“Sudah saya komunikasikan dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Balikpapan, katanya, saat ini untuk jaringan Wifi gratis tersebut kontrak lanjutannya baru dilakukan. Seharusnya, jauh-jauh hari kalau mau berkontrak sudah disiapkan, jangan wifi mati dulu baru berkontrak,” tukas Halili.
Intinya, seluruh Wifi gratis se-Balikpapan bermasalah, alias tidak aktif. Sebagai wakil rakyat saya mengimbau kepada dinas terkait untuk lebih profesional dalam mempersiapkan kerja sama penyediaan Wifi gratis dengan provider agar tidak ada penonaktifan.
“Supaya tidak ada penonaktifan Wifi ini secara sepihak, hendaknya kontrak dengan perusahaan penyedia internet ini dilakukan jauh-jauh hari, kalau perlu berkontrak dengan provider dengan jangka waktu 2-3 tahun ke depan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Balikpapan, Erriansyah Haryono, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas tidak aktifnya layanan internet atau wifi gratis sejak awal Januari 2026.
Permintaan maaf tersebut disampaikan Erriansyah saat ditemui wartawan di Kantor Diskominfo, Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan.
Erriansyah menjelaskan, Diskominfo memiliki 362 titik layanan internet gratis yang mulai dipasang sejak 2025 dan tersebar di enam kecamatan di Kota Balikpapan. Namun, pada 2026 anggaran layanan tersebut hanya dialokasikan untuk 10 bulan akibat kebijakan efisiensi anggaran.
“Diskominfo memiliki 362 titik internet atau wifi gratis yang terpasang sejak 2025. Namun, untuk 2026 karena terjadi efisiensi anggaran, penganggaran hanya untuk 10 bulan. Di awal tahun ini administrasinya belum kami lakukan dan akan dilaksanakan pada Maret,” ujarnya. (*/fa/ra)